Menetap di Bandung Selama Pandemi Sangat Seru

Rasanya fresh banget bisa lihat yang hijau-hijau, menghirup udara segar, dan hiking 12km Tahura-Maribaya-Tahura. Tadi pagi kita juga baru tau kalau sekarang harus reservasi dulu via website, karena kuota dibatasi hanya 500 orang per hari. Syukurlah pas kita datang jam 8 pagi (baru buka) dan reservasi via web, langsung dapet untuk 3 orang! Katanya kalau weekend harus seminggu sebelum biar kebagian. Biaya masuknya juga oke banget, 15rb/orang. Tadi sepiii sekali kita jarang berpapasan sama orang di jalan, jadi overall hikingnya nyaman dan menyenangkan

Banyak banget yang nanya kapan aku stay di Jakarta lagi, jawabannya belum tahu. Selama pandemi jujur aja lebih nyaman di rumah Bandung, karena lebih leluasa dan bisa dekat sama keluarga. Apalagi belum ada urusan kerjaan offline juga di Jakarta, semua masih bisa dikerjakan dari rumah. Terus semakin lama di rumah aku malah semakin bisa teratur membangun habit plus schedule baru, senang deh. Pandemi ini memang tidak mudah, tapi let’s do our best and focus on what we can control. Semua pasti ada maknanya. Stay safe and healthy ya teman-teman!

Organizing is key. Aku tipe orang yang harus menulis to-do list di agenda, dan juga menulis sejuta hal lainnya yang perlu diingat walaupun sekarang teknologi sudah canggih. Sudah kebiasaan sejak kecil, paling senang nanti pas mau tidur melihat banyak yang sudah checklist.

Setelah lelah beraktivitas seharian, tidak lupa aku merawat mataku agar tidak terlihat seperti mata panda. Katakan sampai jumpa pada mata lelah dengan produk ini! Mewah banget sensasi pakai Sulwhasoo Indonesia Concentrated Ginseng Renewing Eye Serum Mask, bahannya pakai Double Wrapping Hydrogel Sheet yang bikin dingin di kulit! Selain untuk mengatasi mata lelah, kandungan Korean Ginseng juga bagus untuk anti-ageing mengencangkan area mata. Paling enak pakai ini tuh sambil rebahan, karena bagian matanya bisa menutup sempurna jadi rileks total. Aku rekomendasikan banget produk ini terutama buat kalian para pengidap insomnia ya.

Jangan Petik Bunga Edelweiss Ketika Mendaki Gunung

Hujat menghujat sepertinya sudah menjadi kebiasaan atau bahkan budaya manusia yang tidak bisa terelakkan. Manusia cenderung tertarik dengan kesalahan orang lain, entah itu saudara, teman, orang asing, apalagi orang yang dibenci.

Tujuannya pun berbeda-beda. Salah satunya, sebagai pembuktian diri bahwa “lo tuh nggak gue banget, gue tuh anak baik2 nggak kaya lo” dsb. Kesalahan merupakan bagian dari proses kehidupan. Yang perlu di garis bawahi adalah, apa yang dia lakukan setelah berbuat salah.

Penghujatan tidak akan membuat yang bersalah menjadi baik, yang sebenarnya dia perlukan adalah edukasi. Seperti kasus pemetikan edelweis kemarin. Edelweiss semakin lama semakin sedikit jumlahnya dan hampir punah karena banyak sekali orang tidak bertanggung jawab yang mendaki gunung dan memetik bunga ini.

Membaca ribuan komentar di postingan si pelaku, 99% adalah isi hujatan berupa sumpah serapah, makian kotor, dan banyak kata tidak terpuji lainnya yang menurut saya tidak pantas diucapkan makhluk berakal seperti manusia. Miris. Hukuman sudah tentu harus diberikan untuk sebuah kesalahan, tapi hujatan adalah pilihan, yang bisa menggambarkanmu, manusia seperti apa dirimu.

Sudah membahas mengenai orang lain, kini aku akan memberi tahu tentang hari liburku. Libur kerja buatku adalah tentang 2 tujuan : rumah dan belantara. Keduanya kuatur sedemikian rupa sehingga menjadi irama yang seimbang. Bagiku rumah adalah tempat dimana aku bisa beristirahat dan bersilahturahmi dengan sanak saudaraku. Sementara belantara adalah dimana aku mencari pengalaman baru dan membentuk diriku menjadi individu yang lebih baik lagi.

Tapi ada kalanya dimana belantara mengalahkan segalanya, memporak poranda kan irama yang sudah teratur dengan cantik. Semua itu berdasar cinta yang kadang kelebihan takarannya. Baik di rumah atau di belantara, aku selalu minta ditemani segelas minuman ciptaan manusia yang sangat berharga : kopi!. Buatku kopi bukan cuma sekedar kafein penahan kantuk, lebih dari itu, dia adalah teman paling pas untuk suasana hati yang sedang tenang, mendayu dan penuh cinta. Secangkir Kopi Mantap ABC, aku siap untuk liburanku.

Waktu Tepat untuk Mengunjungi Beberapa Destinasi

Jepang di Musim Gugur

Baru saja saya memesan penerbangan ke Jepang untuk musim gugur! Ngomong-ngomong, apakah Anda berencana untuk bepergian ke Jepang tahun ini? Berikut adalah beberapa tips untuk Anda jika ini akan menjadi pertama kalinya Anda di Jepang pada musim semi ini:

1. Jika Anda pergi untuk Cherry Blossoms, pastikan Anda membawa pakaian hangat. jika Anda pergi ke dekat Fuji, suhunya sangat dingin di malam hari. Anda membutuhkan 2 atau 3 pakaian dengan sarung tangan. ↟
Tempat terbaik untuk mengejar matahari terbit di sekitar Fuji : Danau Kawaguchiko, matahari terbenam : Pagoda Chureito. (Ada tempat yang lebih baik dari ini? Komentar di bawah!).

2. Bagaimana mengatur anggaran Anda untuk makanan? Dapatkan nasi bento, sushi, dan makanan di Lawson atau Family Mart untuk sarapan/makan siang. Saya makan sushi yang lezat untuk makan malam, sekali sehari.

3. Dapatkan JR Pass!!! Ini membantu Anda banyak untuk transportasi. Ini mencakup semua rute utama di Jepang. Jangan pernah naik taksi karena harganya sangat mahal. Transportasi umum adalah yang terbaik.

4. Unduh Navitime (Japan Travel) untuk jadwal kereta. Anda juga dapat membaca beberapa artikel di sana tentang Destinasi Terbaik Jepang.

Adakah tips yang bisa Anda bagikan kepada saya tentang Jepang?
Nikmati perjalanan Anda di Jepang!

Maldives Seperti Dilukis Crayon

Maldives adalah negara impian semua orang. Tempat ini sangat romantis dan bersih sekali dan biasanya banyak yang kesini untuk honeymoon. Negara dengan air pantai sebening crystal, ribuan pulau-pulaunya yg eksotis dengan pemandangan super alig!

Pernah ngegambar pake crayon kan? Yg isinya 55++ warna di dalam boxnya?
Nah warna biru laut di Maldives beneran lengkap kayak warna biru crayon! Gradasinya bener-bener menghipnotis deh! Tapiii, pulang” dari Maldives, kulit langsung gosong.

Kalo temen” ada yg udah pernah ke TN Komodo, Sumba atau Papua pasti tahu kan bagaimana teriknya sinar matahari membakar kulit? Kalo di Maldives, harus ikhlas pulang dengan kulit gosong. Panasnya 2x lipat Dari TN Komodo. Untuk pengen tanning, cocok banget bersantai di pantai/sandbar” di sini.
Tapi kalo aku, habis foto”, langsung ambil tikar, hidupin musik + santai di bawah pohon kelapa, surgaaaa dunia!

Sunblock Tidak Boleh Dilupakan Saat Berlibur di Alam Terbuka

Ayo disini siapa yang suka kegiatan outdoor??? Tolong ya jangan males pake Sunblock! Karena pakai Sunblock gak cuma melindungi dari sinar uv dan mencegah kanker kulit tapi juga bikin kulit ga penuaan dini jadi jangan di anggep spele dan menyesal di kemudian hari.

Nih gua rekomen sunblock buat kalian yang suka kegiatan outdoor, sunplay sunblock, ini spf nya 99pa++++ buat melindungi kulit dari sinar matahari. Dan no need to worry, karena Sunblock Sunplay ini walaupun SPF nya tinggi, tapi ga lengket dikulit, dan ga bikin kulit greasy!Oh iya mereka juga ada Sunplay Cool, yang ada extra cooling effect, jadi bakalan terasa sejuk dan nyaman gitu pas di kulit guys.. ada dingin-dinginnyaa!

Setelah tahu apa manfaat dari sunblock, barulah kita bahas tentang labuan bajo nih. Sunblock adalah sesuatu yang wajib kalian bawa tanpa boleh ketinggalan apabila ingin traveling ke Labuan Bajo ya! Sudah pasti kamu akan melakukan kegiatan outdoor dan terpapar banyak sekali sinar matahari. Jagalah kulitmu agar tetap indah dan sehat.

Throwback time! Sesi throwback kali ini pengen bahas Labuan Bajo ahh, tempat yang paling gua kangenin di situasi ini. Gatau kenapa setiap dateng kesana bawannya gamau pulang, mau tinggal aja:( pasti yang udah pernah dateng ke Labuan Bajo can relate banget deh.

Buat gua Labuan Bajo itu bukan cuma pemadangannya yang indah tapi lebih dari itu, membuat semua orang yang kesana merasa damai, bebas dan healing dari pikiran yang negatif.

Buat kalian yang kalo nanti mau jalan-jaln abis lockdown, lo wajib banget sih cobain snorkeling di Manta Point supaya tau betapa indahnya ciptaan-Nya yang bisa bikin lo berdecak kagum dan merasa damai hidup di dunia ini. Pokoknya aktivitas ini wajib lo masukin ke bucket list travel lo! Cek pesonaid travel dan ind travel juga untuk referensi wisata yang lebih menarik lainnya, karena FYI aja gua sebelum mau liburan selalu cari inspirasi untuk rencanain liburan gue

Perjalanan Hidup Selalu Meninggalkan Pembelajaran Berarti

Ingatan saya tentang sumba adalah ingatan tentang senyum-senyum merekah dari bibir kecil anak-anak sumba, senyum-senyum penuh ludah merah dari bapak-bapak yang suka mengunyah sirih dan pinang, senyum-senyum yang dicampuri lambaian tangan dari mama-mama yang saban hari sering duduk-duduk saja di teras rumah sederhana mereka.

Ingatan saya tentang Sumba selalu berisi tentang rerumputan yang mengisi bukit-bukit yang menghampar luas di Pulau itu, bukit-bukit yang menguning saat kemarau, dan menghijau pekat dikalah hujan yang pelit datang menyapa tanah Sumba.

Ingatan saya tentang Sumba selalu dipenuhi dengan jalanan panjang, sepi, mulus kadang berlubang, namun menenangkan, beragam pemandangan akan dengan sangat kayanya menyapa kita, hutan lebat berganti dengan padang rerumputan maha luas.

Kemudian berganti lagi dengan perkampungan adat yang sederhana namun elok tiada kira, berganti lagi dengan hutan pinus yang magis, berganti lagi dengan kompleks perkampungan dengan banyak kuburan batu kuno didepan rumahnya dan seterusnya begitu, memberikan kita kejutan tak henti-hentinya disetiap perjalanan mengitari Pulau eksotik ini. Ingatan itu pula yang selalu membuat saya merindu pada Tanah Sumba.

Pengalaman Mendaki Gunung Rinjani

Seorang traveler rata – rata sudah pasti juga suka mendaki gunung. Hal ini dikarenakan jiwa petualangan selalu ingin memicu adrenalin. Mendaki gunung selalu membuat ketagihan dan serasa ingin mendaki lagi dan mendaki lagi. Selalu ada banyak pengalaman dan cerita menarik di setiap perjalanan.

“Menyambangi ketinggian itu seperti sebuah candu, selalu ada rindu yang menderu-deru ketika lama tak bertemu.

Rindu kokohnya tebing-tebing gagah yang seakan menantang kami yang sudah terlanjur cinta dengan kontur alam liar seperti ini. Rindu dinginnya pagi dan malam hari yang biasanya kami hangatkan dengan kopi yang bercampur senda gurau

Rindu lelahnya kaki menapak jalanan panjang dan bibir sibuk menghitung waktu sampai kapan semak belukar ini berganti dengan hijaunya savana yang menenangkan”. Lagi kangen suasana pendakian, pas di cek “8 weeks ago” ternyata terakhir kali mendaki. Semoga secepatnya ada kesempatan lagi ngedaki.

Negara ASEAN Banyak yang Menjadi Destinasi Wisata

Salah satu negara ASEAN yang indah namun belum terlalu dilirik oleh para traveler adalah India. Sekangen itu rasanya momen main ke alam begini, dari mulai berburu sunrise sampai duduk cengo nungguin golden hour pas sunset. Dan foto ini adalah salah satu bucket list gue yang terwujud taun kemaren: Ngunjungin padang pasir. Kesampean juga akhirnya ikut safari desert tour di Thar Desert, Jaisalmer, India.

Dibantu tripod kecil yang selalu gue bawa kemana-mana, seneng juga akhirnya bisa punya foto sunrise di Padang Pasir walaupun gue cuma segede semut di foto ini. Diambil setelah sunrise pagi hari ketika lagi dingin-dinginnya (sekitar 7-8 derajat karena di Utara India lagi winter saat itu). Keliling nyari spot kosong buat foto begini lumayan perjuangan rasanya. Sekangen itu momen begini.

Negara ASEAN yang sangat wajib dikunjungi salah satunya adalah Myanmar. Magical morning in Bagan, Myanmar. Yang mau ke Bagan nyobain sensasi naik Hot Air Balloon begini atau cuma nikmatin dari bawah aja kayak gue, sekarang lah waktunya, karena periode parade balon udara ini dibuka mulai dari Oktober hingga pertengahan April.

Kalau Thailand tidak perlu ditanya lagi ya. Negara ini sudah sangat terkenal sekali sebagai salah satu negara di ASEAN yang sangat suka dikunjungi oleh para wisatawan. Apa yang paling dikangenin dari Thailand? Kalau gue paling kangen nyicipin Kuliner khas sana, mulai dari Mango sticky rice, Thai tea, sampai jajanan street foodnya yang selain enak juga murah meriah

Traveling ke negara Asean itu selain destinasinya yang eksotik, juga bisa nyicip kuliner dari berbagai negaranya yang enak-enak banget. Nah kali ini kita bisa diajak bernostalgia nyicipin makanan khas ASEAN di event Santan coolinair by AirAsia di Senayan City dari tanggal 29 Sept – 1 Oktober. Akan banyak tenant makanan yang didatengin langsung dari negaranya masing-masing, pasti bakalan bisa ngobatin kangennya traveling di ASEAN. Gue sama jovita dan edi bakalan dateng kesana. See you there ya!

Ratusan Balon Udara Melayang di Langit Cappadocia

Jadi anak rantau pas bulan puasa gini bikin kangen ama rumah banget banget. Apalagi puasa pertama gini, kangen sahur dan buka puasa hari pertama bareng keluarga. Dan ini memasuki tahun ke-8 dimana nggak bareng keluarga pas hari pertama puasa. Tapi masih beruntung alhamdulillah masih ada temen yang bisa diajak buka dan sahur bareng.

Di bulan puasa bagi para traveler pasti sering banget siang – siang pas bengong mikirin trip – trip sebelumnya dan trip yang akan datang. Hal yang sangat lumrah sekali kangen pada liburan.

Kadang tuh cepet banget kangen ama yg indah-indah begini, apalagi keindahan Cappadocia. Sampe sekarang belum lupa sama sekali detail gimana cantiknya momen sunrise pas naik hot air balloon disana. Kalau dikasih kesempatan pengen banget balik ke Turkey dan ngabisin waktu seminggu di Cappadocia, pengen explore Cappadocia dari ujung ke ujung, yang kemaren aja belum puas rasanya. Dan perjalanan Cappadocia kemaren menurut gue perfect banget, mulai dari cuacanya sampai ke teman perjalanan dan teman yg ditemuin selama disana, sama gilanya! Tag dong orang yang pengen banget kalian ajak ke cappadocia!

Masih keinget banget gimana syahdunya momen sunset di Praha. Hari itu, kayaknya jadi hari paling panas selama explore Europe kemaren, jadi enak banget ngelilingin Praha gak perlu nahan dinginnya angin yg walaupun sepoi-sepoi tapi lama-lama bisa nusuk ke tulang juga. Keliling tanpa arah, keluar masuk gang di old city, terus ke Prague Castle yg guede banget ampe gue nyasar, sampe nyusurin Vltava river buat liat jembatan-jembatannya yang cantik banget.

Kadang disitulah baru kerasa banget nikmatnya solo traveling itu. Kita bisa stop and go kapanpun dimanapun yg kita mau. Gak perlu nungguin yg lain atau ngikutin yg lain. Bisa pilih coffeeshop atau bar sesuka hati kita, pilih tempat makan sesuai selera kita, atau cuma duduk-duduk doang di bangku pinggir jalan berjam-jam. Tapi, kalau ditanya pengen gak ke Praha solo trip lagi? Enggak lagi deh.

Weekend Escape? Apaan tuh?

Pernah dengan weekend escape? Biasanya weekend escape ini dilakukan oleh orang – orang yang waktunya sangat padat sekali dan hanya memiliki hari weekend sebagai hari libur. Menjadi pekerja memang sangat penat sekali dan pastinya butuh refreshing. Ini dia pengalaman Ashari Yudha tentang weekend escape.

Begini. Jadi, setahun yang lalu saya sempat bekerja disalah satu perusahaan energi. Saya mesti masuk kantor dari hari Senin sampai Jumat, dari pukul sembilan hingga lima sore. Menyenangkan? Ya, menyenangkan. Gajinya oke, tapi sempat terasa ngeganjal karena sebelumnya kegiatan saya lebih banyak traveling, dan sekalinya kerja masuk kantor langsung gimana gitu.

Dulu, ketika saya belum bekerja dan masih jalan-jalan saja, saya pernah memberikan satu pertanyaan kepada seorang teman mengenai weekend escape. “Bro, emangnya kalau liburan dua hari doang Sabtu Minggu seperti ke pulau Seribu gitu enak ya? Bukannya capek, Sabtu berangkat, naik kapal, siangnya snorkeling, besoknya udah pulang lagi. Itu pasti fisik cape banget kan?” tanya saya.

Teman saya hanya tersenyum.” Bro Yudh, jangan melihat dari sisimu saja. Memang benar, traveling sabtu minggu cuma dua hari apalagi jauh seperti pulau Seribu itu melelahkan, tetapi percaya nggak percaya meskipun fisik lelah, tetapi beban pikiran rasanya plong, serasa di reset ulang. Biarin badan capek asal pikiran fresh.” jawabnya.

Dan benar saja, ketika saya bekerja di perusahaan tersebut, saya hanya punya dua hari di akhir minggu untuk melepas penat. Sesuai dengan apa yang teman saya bilang, dua hari di setiap weekend itu cukup untuk melepas penat yang sudah menumpuk. Nggak perlu jauh-jauh travelingnya, yang penting jauh dari meja kantor.

Intinya adalah, jangan pernah melihat dari sisimu saja. Ingat, orang lain bukan kita. Mungkin, kita merasa kurang, tetapi bagi orang lain sudah cukup. Bagi saya, ini bukan masalah standar, tetapi masalah bagaimana kita melihat sudut pandang orang lain.

Jadi, apakah kamu mau weekend escape? Destinasi pulau seribu juga merupakan salah satu pilihan baik apabila kamu kerja di ibu kota, loh!