ANTIBIOTIK POLIPEPTIDA

Antibiotik polipeptida merupakan tergolong obat yang berfungsi dapat mengobati penyakit yang diakibatkan oleh infeksi dari bakteri,contoh seperti infeksi pada kulit, infeksi pada mata, ataupun infeksi telinga. Obat tersebut dapat tersedia dalam bentuk tablet, krim, salep, tetes mata, tetes telinga, dan hanya boleh digunakan sesuai anjuran ataupun resep dari dokter.

Antibiotik polipeptida sangat berkahsiat dapat mengatasi infeksi bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, atau Acinetobacter. Cara kerja dari obat Antibiotik polipeptida yaitu dapat menghambat atau mencegah pembentukan dinding sel-sel bakteri dan merusak lapisan luar dari sel bakteri tersebut. Dengan begitu, pertumbuhan dari bakteri akan terhenti dan pada akhirnya akan mati.

Peringatan Sebelum Mengkonsumsi Antibiotik Polipeptida

Antibiotik polipeptida hanya boleh dapat dikonsumsi sesuai anjuran & resep dari dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat tersebut, antara lain:

silahkan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai riwayat gelaja alergi yang dimiliki. Antibiotik polipetida tidak dapat dikonsumsi oleh pasien yang memiliki alergi terhadap setiap obat yang terdapat didalamnya golongan obat tersebut.

Berkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter jika pasien pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, porfiria, atau myasthenia gravis.

Untuk antibiotik polipeptida bentuk kesediaannya topikal, ialah olesan atau tetesan telinga, berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter perihal penggunaanya jika pasien sedang mengalami luka tusuk yang cukup dalam, luka gigitan, luka bakar serius, atau gendang telinga pecah.

Konsultasikan dengan dokter jika pasien berencana menjalani vaksinasi dengan vaksin hidup, seperti vaksin BCG, selama menjalani proses pengobatan dengan obat antibiotik polipeptida, karena obat tersebut dapat menurunkan efektivitas dari vaksin tersebut.

Konsultasikan dengan dokter jika pasien sedang mengadung (hamil), menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Konsultasikan dengan dokter bahwasannya pasien sedang menjalani pengobatan dengan antibiotik polipeptida jika berencana untuk menjalani operasi atau tindakan medis.

Konsultasikan dengan dokter jika pasien sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Segera temui dokter jika pasien sedang mengalami reaksi gelaja alergi obat atau overdosis setelah mengkonsumsi antibiotik polipeptida.

Efek Samping dan Bahayanya Obat Antibiotik Polipeptida

Efek samping yang dapat muncul setelah mengkonsumsi obat antibiotik polipeptida tergantung pada jenisnya. Secara umum, beberapa efek samping yang dapat muncul setealah mengkonsumsinya ialah sebagai berikut:

Gangguan pada ginjal yang dapat ditandai dengan gejala berupa jarang berkemih atau jumlah urine yang sangat sedikit
Gangguan pada saraf yang dapat menyebabkan gejala gangguan keseimbangan, mati rasa, kesemutan atau pandangan akan kabur
Mual, muntah, atau diare
Tuli mendadak ataupun vertigo.